Rabu, April 07, 2010

Siapa Mau Uang Rp50.000,- Ini?

Pada suatu ketika, di sebuah taman kecil ada seorang kakek. Di dekat kaket tersebut terdapat beberapa anak yang sedang asyik bermain pasir, membentuk lingkaran. Kakek itu lalu menghampiri mereka, dan berkata:
“Siapa diantara kalian yang mau uang Rp. 50.000!!” Semua anak itu terhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan sambil memasang muka manis penuh senyum dan harap. Kakek lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang ini, setelah kalian semua melihat ini dulu.”

Kakek tersebut lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa saat. Ia lalu kembali bertanya “Siapa yang masih mau dengan uang ini lusuh ini?” Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan.

“Tapi,, kalau kakek injak bagaimana? “. Lalu, kakek itu menjatuhkan uang itu ke pasir dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya dengan keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil kembali uang itu. Dan kakek kembali bertanya: “Siapa yang masih mau uang ini?”
Tetap saja. Anak-anak itu mengacungkan jari mereka. Bahkan hingga mengundang perhatian setiap orang. Kini hampir semua yang ada di taman itu mengacungkan tangan. :)
***

Senin, April 05, 2010

Tak Akan Menjadi Miskin Orang yang Bersedekah. Dijamin!

Bagaimana sedekah yang menggetarkan itu????
Berikut ini cara bersedekah (menyumbang) yang mereka rasakan mampu menggetarkan spiritualitas mereka :
1. Bersedekahlah saat merasa ingin bersedekah, jangan sampai merasa terpaksa. Bila saat bersedekah kita justru merasa kesal, maka akan tertanam di bawah ssadar bahwa bersedekah itu tidak enak, bahkan mengesalkan. Mungkin seperti kalau kita bayar parkir kepada preman di pinggir jalan. Ada perasaan terpaksa, tak berdaya, bahkan dirampok. Bukan karena besar kecilnya nilai uang, tapi rela tidaknya perasaan saat memberikan sumbangan. Kalau anda sedang suntuk, tunggu sampai hati lebih riang. Memberi dengan berat hati akan memberi asosiasi buruk ke alam bawah sadar.

Sabtu, April 03, 2010

Pulanglah ke Rumah Secepatnya!

Pulanglah ke Rumah Secepatnya ! Jakarta adalah kota macet! Rata-rata, seseorang membutuhkan 1-2 jam perjalanan dari rumah ke kantor mereka. Dan 1-2 jam perjalanan lagi untuk pulang ke rumah. Seseorang teman bercerita kepada saya tentang insiden yang menimpanya. Rata-rata ia membutuhkan waktu 1,5 jam perjalanan dari kantor pulang ke rumah. Karena rumahnya terletak di “rute macet”, tidak ada solusi apapun yang dapat ia lakukan. Jadi, setiap hari, saat ia terjebak dalam kemacetan, ia selalu mendengarkan musik, radio, dan kaset-kaset motivasi. Dengan kata lain, ia menerima waktu 1,5 jam itu tanpa rasa kecewa dan amarah.

Jumat, Maret 26, 2010

Apa sih artinya meMAAFkan itu?

Banyak makna "memaafkan". Apa yang anda pikirkan jika ditanya apa makna "memaafkan"? Ada yang menjawab; memaafkan artinya melupakan, merelakan, menunjukkan kebesaran hati, jiwa besar, atau menunjukkan belas kasih.




Adi Gunawan dalam buku hypnotherapy lebih jauh mengungkapkan:
Memaafkan tidak berarti melupakan apa yang telah terjadi. Juga tidak mengharuskan Anda memberitahukan kepada orang lain, dan tidak pula berarti bahwa Anda harus suka pada orang yang telah menyakiti anda. MEMAAFKAN ADALAH UNTUK DIRI ANDA SENDIRI, bukan untuk orang yang telah menyakiti anda. 
Benar, manfaat "memaafkan" bukan untuk siapa-siapa, kecuali untuk diri sendiri.

Minggu, Maret 21, 2010

Pertolongan Allah Tidak Pernah Terlambat Bagi yang Meyakininya

Oleh : Ahmadi Amrun
Karena sebuah kejadian, maka teringatlah cerita 'heroik' yang dilakukan seorang kakak perempuanku, dan kisah ini sungguh menginspirasi diriku.....